a

Lorem ipsum dolor amet, modus intellegebat duo dolorum graecis

Follow Us

Wuffyland

Berbagi Bersama Putri Normalita : Belajar di Rumah Menyenangkan Bersama Anak

Menjadi ibu dengan segala macam kesibukan dengan keluarga tidak serta merta menghentikan sisi kreatif dan aktif seorang wanita. Putri Normalita, seorang ibu muda yang banyak memberikan inspirasi bahwa menjadi ibu tetap bisa melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan dan juga bermanfaat untuk keluarga. 

Putri adalah sosok yang tergila-gila pada travelling, DIY craft, serta ide bermain anak. Selain travelling bersama keluarga kecilnya, Putri juga rutin mengajak Caraka, sang putra, untuk membuat berbagai mainan edukasi dengan berbagai ide belajar unik. Di blog pribadinya ia sering membagikan cerita perjalanan, tips-tips mengenai parenting serta ide fun learning yang bisa dilakukan di rumah. Simak perbincangan Wuffyland bersama Putri beberapa saat yang lalu tentang bagaimana belajar di rumah bersama anak dengan menyenangkan.


Sejak kapan Kak Putri memulai untuk menerapkan ide belajar di rumah ini?

Idenya impulsive ketika Raka (Caraka) umur 1 tahunan. Karena responnya bagus dan saya juga suka sama dunia crafty jadinya ketagihan deh. Malah jadi rutinitas dan media untuk Raka belajar setiap harinya.

Bagaimana awal mula Kak Putri mengenalkan belajar di rumah ini pada anak?

Cara pertama dengan kasih lihat si kecil. Yang kemudian tanpa sadar ternyata itu menjadi sebuah presentasi yang bisa menarik perhatiannya. Raka saya kasih lihat cara saya menggunting, menggambar, melukis dan berbagai hal ketika membuat prakarya atau mainan untuknya

Untuk inspirasinya didapat dari mana saja Kak?

Mostly dari kebutuhan Raka pribadi. Misalnya ia sedang suka belajar sesuatu, maka saya berusaha membuat media belajarnya dengan material yang ada di rumah. Lalu untuk cari inspirasi bisa dari pinterest, instagram dan blog. Oh ya, kebetulan saya juga membentuk forum ibu-ibu yang interest dengan ide belajar di rumah yakni We Play to Learn (@weplaytolearn), forum ini juga sangat membantu saya untuk menemukan ide belajar 🙂

Bagi Kak Putri, seperti apa pembelajaran yang ideal untuk anak usia 3-5 tahun?

  • Pembelajaran yang mendahulukan kebutuhan anak, baik terhadap stimulasi dan emosionalnya. Tanpa paksaan dan tujuan lain. 
  • Pembelajaran yang memberi ruang kepada anak untuk bereksplorasi. 
  • Pembelajaran yang mengizinkan anak untuk  mengulang aktivitasnya 

Dengan begitu artinya kita sebagai orang tua telah memberikan anak kesempatan untuk mengeksplorasi, mengobservasi, kemudian menemukan sendiri jawaban dari permasalahannya dalam belajar.

Menurut Kak Putri bagaimana suka duka belajar di rumah selama menerapkannya?

Menurutku gak ada dukanya sih kalau sudah terbiasa dan memahami kebutuhan si kecil. Kita sebut saja sebagai tantangan ya? Tantangannya yaitu kita harus siap pada kemungkinan anak menolak atau mengabaikan media belajar yang diberikan. Itulah alasan kenapa kita perlu mengetahui  kebutuhan anak dengan cara mengobservasinya terlebih dahulu. Suka sudah pasti karena bisa membangun bonding yang kuat dengan anak.

Bagaimana manfaat yang didapatkan Kak Putri setelah menerapkan belajar di rumah bersama anak?

Selain mendapat stimulasi yang dibutuhkan, Raka menjadi pribadi yang kreatif, mandiri dan curious dalam banyak hal. 

Apakah Kak Putri ada tips untuk para ibu yang ingin mencoba belajar dari rumah bersama anak?

Untuk ibu-ibu yang akan atau sedang memulainya, semangat selalu ya! Jika anak menolak materi belajar yang sudah disiapkan, ada beberapa kemungkinan yang memicunya:

  1. Anak tidak mendapatkan informasi atau gambaran yang cukup tentang bagaimana cara ia harus melakukannya.
  2. Timing. Anak tidak dalam kondisi yang baik, sedang lelah, sibuk dengan hal lain atau lapar.
  3. Developmental stage. Aktivitas tidak sesuai dengan tahapan anak 
  4. Environment. Suasana/lingkungan yang tidak nyaman (berisik atau terlalu ramai)
  5. Tidak menghiburnya atau anak sedang memiliki ketertarikan lain.

Selain itu ada beberapa poin yang harus diingat dalam membersamai si kecil belajar di rumah:

  • Sebelum memulai fun learning, kita harus terlebih dahulu mengosongkan ekspektasi. Sebab setiap anak memiliki masanya masing-masing untuk menguasai hal-hal tertentu.
  • Activities don’t always work first time. Beri informasi dengan jelas dan harus ingat bahwa ‘menanam’ saat ini bukan berarti harus ‘memanen’ saat itu juga.
  • Jika proses belajar sambil bermain bersama anak tidak sesuai dengan harapan, jangan merasa bahwa kekurangan ada pada diri anak. Cukup mengobservasi tentang apa yang harus kita perbaiki? 
  • Do I want to play with my kids or do I want they to do what I want? Mari luruskan niat kita, apakah benar kita benar-benar ingin bermain dengannya atau kita hanya ingin mereka melakukan apa yang kita inginkan?

Sebagai penutup, Putri mengingatkan bahwa dengan memanfaatkan masa kepekaan anak terhadap kelima indranya, merupakan salah satu kunci mempersiapkan mereka terhadap banyak hal lain yang lebih kompleks nantinya. Happy Fun Learning!

Putri Normalita bisa dikunjungi di halaman instagramnya @putrinyanormal dan di blognya https://putrinyanormal.com/. Putri banyak berbagi berbagai macam kegiatan dan juga inspirasi belajar menyenangkan bersama anak.

Text by Nabilah Cholila
Photography Courtesy by Putri Normalita


Hi, I'm Nabilah. '96 line who loves drawing, writing, and dreaming. I've got my bachelor in Children Education. But now I'm happy to do things in Wuffyland. My desire is to create happiness through my self :)

Post a Comment