a

Lorem ipsum dolor amet, modus intellegebat duo dolorum graecis

Follow Us

Wuffyland

Screen Time untuk Si Kecil

Hai Bunda, sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa memberi gadget pada si kecil saat kita sedang sibuk adalah solusi yang baik untuk mengalihkan perhatiannya. Tapi apakah ini memang pilihan yang baik? Di era sekarang, anak-anak ini bisa disebut dengan digital native, dimana mereka lahir atau dibesarkan pada era teknologi digital sehingga mereka akan sangat akrab dengan teknologi dan internet sejak usia dini, hal ini terkadang memudahkan si kecil untuk lebih bisa belajar banyak hal karena segala informasi yang dibutuhkan si kecil dapat diakses dengan mudah, namun ternyata terlalu banyak screen time juga membawa dampak negatif loh bagi pertumbuhan si kecil! Hal ini tentu menjadi salah satu tantangan kita sebagai orang tua di era saat ini untuk mengelola durasi screen time bagi si kecil. 

Sebuah studi yang diklakukan oleh National Institutes of Health (Sebuah badan dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat), menyatakan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktunya lebih dari 2 jam sehari untuk screen time mendapat nilai rendah dalam tes bahasa dan cara berpikir, dan anak yang menghabiskan waktunya lebih dari 7 jam sehari untuk screen time mengalami penipisan korteks otak, yaitu area dalam otak yang berkaitan dengan critical thinking dan pemikiran si kecil. Ketika yang terganggu adalah korteks motorik, hal ini akan mengganggu kemampuan gerak si kecil, yang berdampak pada kegiatan sehari-hari seperti mereka tidak bisa menggenggam sesuatu, atau bahkan mencopot pakaiannya sendiri. Ketika yang tergangu adalah korteks prefrontal dorsolateral yang berpengaruh pada fungsi kognitif, atensi dan pengambilan keputusan si kecil, maka akan berdampak pada daya ingat dan atensi si kecil. Tentu nggak boleh diremehkan kan dampak ini Bunda?

Anak dengan usia kurang dari dua tahun, akan lebih mudah belajar dan mengingat informasi dari apa yang mereka lihat secara langsung daripada yang mereka lihat dari video. Ketika umurnya sudah menginjak usia dua tahun, akan terdapat beberapa manfaat dari screen time yang bisa dirasakan oleh si kecil, misalnya dengan menemani si kecil menonton cerita akan membantunya memahami apa yang mereka lihat dan bisa menerapkannya di kegiatan sehari-hari. Namun, jika terlalu banyak waktu yang si kecil habiskan untuk screen time terutama tanpa pengawasan dari kita sebagai orang tua tentu membawa beberapa akibat lain seperti :

  • Menonton yang Tidak Diinginkan

Berbeda dengan saat kita kecil dulu yang hanya bisa menonton screen time melalui tv yang tentunya diawasi oleh orang tua, di era saat ini si kecil bisa mengakses apapun yang ingin mereka tonton dan jika dilakukan dengan minimnya pengawasan dari orang tua ketika screen time, si kecil bisa saja menonton hal-hal yang tidak diinginkan seperti tontonan bullying, informasi yang salah, konten seksual, atau tindakan-tindakan lain yang beresiko terhadap kebiasaan si kecil. 

  • Jam Tidur yang Bermasalah

Terlalu banyak screen time bagi si kecil juga bisa membawa masalah dalam proses tidur si kecil, seperti jam tidur yang tidak biasa bahkan jam tidur yang lebih cepat. Hal ini tentu tidak baik untuk si kecil yang juga butuh istirahat yang efektif dalam proses tumbuh kembangnya. 

  • Perubahan Kebiasaan

Terlalu banyak screen time untuk si kecil dapat menghalangi beberapa aspek perkembangan si kecil dengan mengalihkan fokus perhatian mereka dan membatasi si kecil dalam belajar dan mengeksplor hal-hal baru. Ketika si kecil telah terbiasa melihat tontonan-tontonan di layar gadget, akan susah untuk membuat mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang jauh dari layar, seperti bermain boneka untuk meningkatkan imajinasi dan kreatifitas si kecil, atau bermain dengan teman seusianya untuk meningkatkan skill bersosialisasinya. 

  • Penurunan Perkembangan

Kadang kita sering melihat si kecil yang berjalan dengan orang tuanya sering bermain gadget dan tidak perhatian dengan sekelilingnya. Hal ini tentu membuat si kecil tidak belajar dengan dunia yang ada di sekelilingnya dan hanya berfokus dengan apa yang ada di layar gadgetnya. Hal ini tentu tidak hanya membuat si kecil tidak mengenali sekeliling dan belajar hal-hal baru, namun juga berdampak pada kemampuan si kecil dalam berinteraksi dengan orang lain, serta perkembangan bahasanya, padahal dalam usia perkembangan ini, si kecil sebaiknya tidak hanya mendapat stimulsi secara visual yang dapat diakses melalui gadget, namun juga melalui suara, bau, rasa, serta sentuhan yang akan didapatkannya ketika melakukan aktivitas secara langsung. 

Trus gimana nih kita sebagai orang tua menghadapi tantangan ini?

  • Batasi sesuai kebutuhan

Ukuran banyak bagi tiap anak tentu relatif sesuai usia si kecil, jadi how much is too much?

  1. Bayi dengan usia dibawah 18 bulan sebaiknya tidak melakukan screen time sama sekali, kecuali video call bersama orangtua atau keluarga lainnya yang menstimulasi anak untuk berinteraksi dengan lainnya
  2. Anak dengan usia 18 bulan – 24 bulan bisa mulai menikmati screentime yang tentunya dengan pendampingan orang tua
  3. Untuk anak usia 2 tahun – 5 tahun, si kecil sebaiknya tidak menonton lebih dari satu jam setiap harinya

Namun ukuran durasi ini tidak dihitung untuk semua kegiatan screen time loh bun, misalnya ketika bunda dan si kecil bermain game interaktif di tablet atau ketika bunda menonton tayangan edukasi yang baik dan memberi pemahaman bagi si kecil ini merupakan screen time yang baik. Intinya, gunakan screen time sebagai wadah untuk berinteraksi dengan si kecil dan mengajarinya tentang apa yang ada di dunia ini, bukan membiarkannya untuk menghabiskan waktunya sendiri hanya dengan menonton layar dan bebas menonton apa yang dia sukai. 

  • Research dulu!

Sering kali banyak tontonan atau games yang mengklaim bahwa apa yang mereka berikan dapat mengedukasi si kecil, padahal hal tersebut belum tentu benar-benar mengedukasi, inilah pentingnya bagi kita sebagai orang tua untuk melakukan research terlebih dahulu sebelum memberikan games atau tontonan tersebut bagi si kecil. 

  • Perbanyak aktivitas tanpa gadget untuk si kecil

Selain itu, matikan seluruh gadget ketika sedang makan atau melakukan kegiatan bersama diluar. Bunda juga harus menghentikan kebiasaan untuk menggunakan gadget sebagai alat untuk membuat si kecil diam.

Bunda juga bisa melakukan beberapa aktivitas lain sehingga si kecil tidak terlalu sering bermain gadget, seperti memberinya game edukasi menggunting atau menggambar, mengajarinya bermain musik, berolahraga dengan bermain bola, dan melakukan hobi lainnya yang tidak membutuhkan gadget. Permainan-permainan yang bisa menstimulasi si kecil bisa bunda dapatkan tentunya di wuffyland!

Post a Comment